Telah banyak sms seperti diatas yang dilayangkan ke meja Redaksi. Kesemuanya meminta kepada kami untuk membuat semacam jawaban atau bantahan atas tulisan yang dimuat di majalah tersebut. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Redaksi memutuskan untuk memberikan tanggapan sekaligus bantahan. Insya Allah jawaban yang ditulis oleh Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc ini memuaskan dan sangat mencukupi. Sidang pembaca harus membacanya dengan seksama.
Perlu untuk kita ketahui disini, bahwasanya sudah merupakan ketetapan Allah ta'ala adanya musuh penentang dakwah para Nabi. Dakwah mereka dibenci, dimusuhi, bahkan sampai diperangi. Demikianlah kira-kira yang telah dialami oleh para Nabi terdahulu yang merupakan sebaik-baik manusia. Maka, sangat wajar sekali bila para ulama' sebagai perwaris para Nabi, demikian pula para pengemban dakwah yang Haq ini terus digunjing, dihujat, dihasadi, difitnah, dst.
Dalam perumpamaan orang arab disebutkan :

"Biarkan anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu."













Pada bulan Rabiul Awal ini, ada satu acara ritual tahunan yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, yaitu Maulid Nabi Sholallahu ‘Alaihi Wasallam. Kali ini kami coba sampaikan beberapa tanya jawab seputar acara ritual yang seakan-akan menjadi kewajiban untuk dilaksanakan setiap tahunnya ini. Mereka bertanya tentang masalah-masalah tersebut sebagai berikut:
Hadits Mutawatir menurut bahasa adalah mengikuti, dari kata al-witru yaitu sendiri, datang sendiri secara bergantian. Adapun menurut istilah Mutawatir artinya hadits yang diriwayatkan oleh banyak jalan sehingga mustahil untuk mereka berbuat dusta, dan semua sanadnya terpercaya dan memberikan manfaat ilmu yang sangat penting menurut mayoritas ulama’. ( Akhbarul Ahad Fi Haditsin Nabawy. Syaikh Jibrin. 1/22 )











