Nasakh dari segi bahasa membawa dua maksud, iaitu pertama, menghapuskan dan kedua, memindahkan. Dari segi istilah pula bermaksud “mengangkat satu hukumnya yang terdahulu dengan hukum yang datang kemudian”
1. an-Naskh secara bahasa berarti al-Izaalah (menghilangkan) & an-Naqlu (merubah/memindahkan)
Secara istilah : "terangkatnya hukum suatu dalil syar'i atau lafadz-nya dengan dalil (lainnya) dari al-Qur'an & as-Sunnah"[lihat al-Ushul min 'Ilmil Ushul bab an-Naskh, Syaikh Ibnul 'Utsaimin]
Nasikh = dalil yang menghapus hukum dalil sebelumnya.
Mansukh = dalil yang terhapus hukumnya dengan adanya Nasikh (penghapus).
Nasikh Mansukh terbagi menjadi 4:
(1) Naskh ayat al-Qur'an dgn ayat al-Qur'an lainnya. contoh : ayat dlm surat al-Anfal 65 di mansukh dgn ayat al-anfal 66.
(2) Naskh ayat al-Qur'an dgn as-Sunnah (hadits). (Syaikh
Ibnul 'Utsaimin belum mendapatkan contoh yg shohih. Namun Ustadzuna Abdulloh Amin -hafidzohulloh- mencontohkan : yakni pada hadits 'Aisyah riwayat Muslim ttg persusuan, dulunya pada al-Qur'an terdapat ayat bahwa untuk menjadi mahrom perlu 10 susuan, lalu di mansukh dgn ayat lain yg menyatakan hanya butuh 5 susuan untuk jadi mahrom. keduanya ayat sudah dihapus dari al-Qur'an, namun dikhabarkan
melalui hadits.)
(3) Naskh as-Sunnah dgn ayat al-Qur'an. contoh: perubahan arah qiblat dari baitul maqdis menjadi ke arah ka'bah (lihat surat al-Baqoroh 144)
(4) Naskh as-Sunnah dgn as-Sunnah. contoh: diharamkannya nikah mut'ah sampai hari kiamat setelah sebelumnya pernah dibolehkan.
dalilnya firman Allah pada surat al-Baqoroh ayat 106, & beberapa ayat lainnya yg menunjukkan adanya perubahan hukum dari suatu masalah.
Hadis yang datang kemudian yang membawa hukum yang baru dinamakan nasikh dan hadis yang ditamatkan pemakaiannya dinamakan hadis mansukh.
Menurut Ibn al-Qayyim, maksud para salaf apabila menyebutkan tentang nasikh dan mansukh ialah mengangkat satu hukum sekaligus atau mengangkat kemutlakan, keumuman dan keadaan yang zahir bagi nas. Makna yang pertama iaitu "mengangkat" adalah istilah nasakh bagi ulama yang kemudian. Makna kedua iaitu "mengangkat kemutlakan" bermaksud mengkhususkan (takhsis) apa yang disebutkan secara umum oleh nas yang terdahulu atau menyempitkan (taqyid) makna yang mutlak atau menjelaskan maksud terdahulu yang zahir.
Menjelaskan berakhirnya tempoh sesuatu amalan.
Menjelaskan sesuatu ‘qaid’ (syarat) atau sifat itu sebagai sifat yang kebetulan bukan syarat.
Mengkhususkan yang umum.
Menjelaskan sesuatu yang membezakan antara perkara yang dinaskan dan perkara yang diqiaskan secara zahir.
Menghapuskan salah satu adat Jahiliah.
Mengangkat salah satu syariat atau peraturan nabi-nabi yang terdahuluDan Allah sebagai pemilik alam semesta berhak untuk itu. dan Allah Maha Bijaksana, semua yang ditetapkan-Nya kepada hamba-Nya memiliki
hikmah. Diantara hikmah adanya Nasikh mansukh adalah:
- untuk menjaga kemaslahatan bagi para hamba dgn mensyari'atkan apa yg lebih bermanfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka.
- Bertahap dalam menegakkan syari'at sampai tercapainya kesempurnaan.
contohnya pada pengharaman khamr yg dilakukan bertahap.
- diujinya kesiapan para mukallaf (orang yg dibebani syari'at) untuk menerima perubahan syari'at dari satu hukum ke hukum yg lain, & mereka ridho dgn perubahan tersebut. contohnya pada perubahan arah
Qiblat, para shahabat langsung menerima perubahan syari'at tersebut.
- diujinya kesiapan para mukallaf untuk bersyukur jika naskh tersebut meringankan mereka, dan kesiapan untuk sabar jika naskh-nya menuju kepada yg lebih berat.
Lebih lanjut Pelajarilah kitab al-Ushul min 'Ilmil Ushul karya Syaikh
Muhammad bin Sholeh al-'Utsaimin -rohimahulloh-
Wallahu A'lam bish Showaab.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
























naskh mansukh
Internet bukan termasuk aga...
bahaya ni buka web ini bisa...
"Barangsiapa membuat s...