BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH
(BAGIAN XIII )
KEDUSTAAN TUDUHAN : BIN BAZ MENGKAFIRKAN SAHABAT NABI
Saudaraku kaum muslimin, semoga Allah senantiasa memberikan rahmatNya kepada kita semua….
Para penentang Ahlussunnah telah menyebarkan tuduhan bahwa Syaikh Bin Baz telah mengkafirkan Sahabat Nabi. Mereka mengambil kesimpulan yang salah terhadap pernyataan Syaikh Bin Baz rahimahullah dalam ta’liq terhadap kitab Fathul Bari. Insya Allah nanti akan terlihat dengan jelas kedustaan tuduhan tersebut. Hanya kepada Allahlah kita berserah diri dan memohon pertolongan.
Untuk memperjelas, akan dinukilkan penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari yang dita’liq oleh Syaikh Bin Baz tersebut. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany rahimahullah menyatakan:
وَرَوَى اِبْن أَبِي شَيْبَة بِإِسْنَادٍ صَحِيح مِنْ رِوَايَة أَبِي صَالِح السَّمَّانِ عَنْ مَالِك الدَّارِيّ - وَكَانَ خَازِن عُمَر - قَالَ " أَصَابَ النَّاس قَحْط فِي زَمَن عُمَر فَجَاءَ رَجُل إِلَى قَبْر النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُول اللَّه اِسْتَسْقِ لِأُمَّتِك فَإِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوا ، فَأُتِيَ الرَّجُلُ فِي الْمَنَام فَقِيلَ لَهُ : اِئْتِ عُمَر " الْحَدِيث . وَقَدْ رَوَى سَيْف فِي الْفُتُوح أَنَّ الَّذِي رَأَى الْمَنَام الْمَذْكُور هُوَ بِلَال بْن الْحَارِث الْمُزَنِيُّ أَحَد الصَّحَابَة ، وَظَهَرَ بِهَذَا كُلّه مُنَاسَبَة التَّرْجَمَة لِأَصْلِ هَذِهِ الْقِصَّة أَيْضًا وَاَللَّه الْمُوَفِّق
“Dan Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari riwayat Abu Sholih as-Sammaan dari Malik ad-Daari – yang merupakan bendahara Umar- ia berkata: “manusia tertimpa kekeringan pada zaman Umar, kemudian datang seorang laki-laki ke kuburan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, mintakanlah untuk umatmu agar diturunkan hujan karena mereka telah binasa. Kemudian laki-laki itu dalam mimpinya didatangi oleh seseorang yang berkata: ‘Datangilah Umar’ (al-hadits). Dan Saif telah meriwayatkan dalam ‘alFutuh’ bahwa lelaki yang melihat dalam mimpinya tersebut adalah Bilal bin al-Harits al-Muzany salah seorang Sahabat. Nampak jelaslah dengan ini seluruhnya kesesuaian penjelasan dengan dasar kisah ini juga, Allahlah satu-satunya Pemberi taufiq (Fathul Baari juz 3 halaman 441).
























