uswah.net

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

UswahSko

UswahSko: Sitem Informasi Sekolah

UswahShop

UswahShop

UswahTech IT Solution.

 

UswahTech IT Solutions

Akhlaq seorang muslim

Kategori Berisikan Artkel Akhlaq seorang Muslim

 

Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Salafus Shalih?

E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
Wednesday, 20 Muharram 1431

................Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Salafus Shalih?...................


A. Pengantar (dari Penyusun ulang)

Akhlak salafAlhamdulillah, yang telah menunjuki Hidayah-Nya pada kita untuk mengenal Manhaj Salaf (Ahlu Sunnah Wal jama'ah) ini. Tapi akankah semua itu berhenti sampai di situ dan kita merasa telah cukup / puas atas penyandaran kita sebagai seorang Salafy / Al Atsary. Kemudian dengan seenaknya kita merasa paling benar dan menganggap remeh saudara sesama muslim yang belum paham tentang Manhaj Salaf. Bahkan sering kita temui, saudara - saudara kita (salafiyun) yang bermaksud baik untuk menerangkan al haq, tetapi cara yang digunakan adalah melalui kata-kata yang kasar. Bahkan (Afwan) sampai pada batas saling mencela. Maka Dakwah yang baik, akhirnya berubah menjadi debat kusir yg tercela. Sebagian yang lain mengatakan dirinya sebagai seorang penuntut ilmu, tapi sayang yang ia lakukan sangat jauh dari adab - adab seorang penuntut ilmu, dimana ia berani mengangkat dirinya seolah seorang Ahli Fatwa ('Ulama) dan (Afwan) dengan lancangnya mentahdzir (dg tanpa Ilmu) para penyeru kenbenaran (para 'Ulama, Asatidz Ahlu Sunnah Wal Jama'ah dan Penuntut Ilmu yang lain). Maka jadilah ia sumber fitnah yang meresahkan ummat. Saudaraku Apakah demikian yang diajarkan oleh para Salafussholeh? Jika tidak, Fa Aina Nahnu Min Akhlaqis Salaf?


Terakhir Diperbaharui ( Wednesday, 20 Muharram 1431 13:39 )
Selanjutnya...

Candanya Para Ulama (Syaikh al-Albani, Syaikh Ibn Baz & Syaikh Ibn ‘Utsaimin rahimahumullah)

E-mail Cetak PDF
Sunday, 10 Muharram 1431

Candanya Para Ulama (Syaikh al-Albani, Syaikh Ibn Baz & Syaikh Ibn ‘Utsaimin rahimahumullah)1. Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Abani rahimahullah. Syaikh al-Abani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi. Melihatnya, maka pemuda itupun menegur:”Wahai Syaikh,ini namanya ‘ngebut’ dan hukumnya tidak boleh. “Syaikh ibnu Baz mengatakan bahwa hal ini termasuk menjerumuskan diri dalam kebinasaan. Mendengarnya, Syaikh al-Albani rahimahullah tertawa lalu berkata:”Ini adalah fatwa seseorang yang tidak merasakan nikmatnya mengemudi mobil!!.” Pemuda itu berkata: “Syaikh, akan saya laporkan hal ini kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz.” Jawab Syaikh al-Abani;”Silahkan,laporkan saja.”


Terakhir Diperbaharui ( Sunday, 10 Muharram 1431 09:10 )
Selanjutnya...

Kiat Sukses Berteman Tanpa Konflik

E-mail Cetak PDF
Thursday, 07 Muharram 1431

Penulis: Ummu Fathimah Umi Farikhah
Muroja’ah: Ust. Sa’id Yai Ardiansyah, Lc

Hidup bermasyarakat memang sudah menjadi keharusan bagi siapa saja yang hidup di dunia ini. Adakah orang yang bisa hidup sendiri tanpa orang lain? Tentu saja tidak ada. Berbagai macam manusia dengan aneka karakter membuat kita harus bisa menempatkan diri dengan baik. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sebagai teladan ummatnya memilik akhlak yang paling luhur. Beliau shallallahu’alaihi wasallam mengajari kita bagaimana cara berinteraksi dengan sesama muslim bahkan dengan orang kafir sekalipun. Hal ini sebagamana diterangkan dalam firman Allah Ta’ala, yang artinya,

“Sungguh Engkau (Muhammad), seorang yang berbudi pekerti luhur.” (Qs. Al Qolam: 4)

Dan Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Wahai saudariku, semoga Allah Ta’ala merahmatiku dan dirimu. Marilah kita simak apa yang Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam jelaskan berikut ini dengan pendengaran kita. Dan marilah kita perhatikan apa yang beliau ajarkan kepada kita dengan penglihatan dan mata hati kita. Dengan mata, telinga dan hati seseorang mampu mengambil pelajaran, sehingga apa yang kita simak tersebut bisa menghujam dan tertanam dalam-dalam dalam hati, biidznillahi Ta’ala.

Selanjutnya...

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki

E-mail Cetak PDF
Wednesday, 06 Muharram 1431

9 Gadis yang Tidak Dinikahi Laki-laki



Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan psikologi (ilmu jiwa) pada Fakultas Adab (sastra) di Universitas Zaqaqiq, Mesir dengan judul: "Kepribadian Remaja Putri, Tata Cara kesiapan Jiwa dalam Menghadapi Pernikahan, dan Masa Perubahan Jiwa Pasca Nikah Secara Khusus" menyimpulkan ada 9 tipe gadis yang tidak diminati oleh para pemuda:



Pertama: Gadis Pencemburu


Pencemburu adalah sifat pertama kali yang dihindari oleh para pemuda dari calon istri-istri mereka. Cemburu disini bermakna keraguan. Para pemuda itu menuntut adanya sebagian sifat cemburu yang memperkuat ikatan cinta, akan tetapi mereka menolak ketidak percayaan (keraguan) yang menimbulkan petaka dalam kehidupan rumah tangga. Mereka menginginkan kepercayaan dari para istri mereka, dan tidak suka jika mereka menceritakan atau mengungkap setiap langkah yang dilaluinya.

Selanjutnya...

ORANG MUKMIN TIDAK PERNAH STRES!!!

E-mail Cetak PDF
Wednesday, 06 Muharram 1431

ORANG MUKMIN TIDAK PERNAH STRES!!!



Sebagai hamba Allah, dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Ta’ala berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(Qs Al Anbiya’: 35)


Ibnu Katsir –semoga Allah Ta’ala merahmatinya– berkata, “Makna ayat ini yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang beputus asa.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/342, Cet Daru Thayyibah)

Selanjutnya...

Halaman 1 dari 3

You are here: Akhlaq